BERSERAH KEPADA TUHAN
Dinas penerbangan telah membuat barang Debbie rusak. Bahkan dompetnya juga hilang. Ia keluar dari pesawat ditegah guyuran hujan tanpa berlindung melalui koridor. Ia basah kuyup, jauh dari rumah, tanpa uang, tanpa tanda bukti identitas, dan tanpa pakaian kering.
Dalam kondisi normal, Debbie pasti akan sangat marah, tetapi malam itu hal tersebut bukan masalah. Ia baru saja selamat dari tabrakan pesawat dengan nomor penerbangan 1420 di Little Rock, Arkansas. "Ketika keluar dari pesawat itu", Kata Debbie, "Saya tidak memikirkan apa-apa. Lalu saya berhenti dan berpikir, saya memiliki segalanya." Saat itu ia menyadari bahwa hidupnya jauh lebih penting daripada semua barangnya yang telah hilang.
Kadangkala kita perlu mengalami suatu peristiwa yang dramatis agar cara pandang kita berubah. Hal itu pernah terjadi pada Saulus yang berasal dari Tarsus. Ia telah bersusah payah mengejar reputasi demi "Kebenaran", lebih dari apapun didunia ini (Filipi 3:4-6). Namun, sejak bertemu dengan Kristus dalam perjalanan ke Damsyik (Kis 9:1-6), seluruh cara pandangnya berubah. Kemudian ia menulis,"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus" (Filipi 3:7).
Dengan menyerahkan kepada Tuhan sikap memegahkan diri, merasa diri tidak membutuhkan orang lain, mungkin membuat kita merasa kehilangan segalanya. Namun hanya dengan demikian kita akan tahu bahwa memiliki kehidupan dalam Kristus berarti memiliki segalanya.
Dalam kondisi normal, Debbie pasti akan sangat marah, tetapi malam itu hal tersebut bukan masalah. Ia baru saja selamat dari tabrakan pesawat dengan nomor penerbangan 1420 di Little Rock, Arkansas. "Ketika keluar dari pesawat itu", Kata Debbie, "Saya tidak memikirkan apa-apa. Lalu saya berhenti dan berpikir, saya memiliki segalanya." Saat itu ia menyadari bahwa hidupnya jauh lebih penting daripada semua barangnya yang telah hilang.
Kadangkala kita perlu mengalami suatu peristiwa yang dramatis agar cara pandang kita berubah. Hal itu pernah terjadi pada Saulus yang berasal dari Tarsus. Ia telah bersusah payah mengejar reputasi demi "Kebenaran", lebih dari apapun didunia ini (Filipi 3:4-6). Namun, sejak bertemu dengan Kristus dalam perjalanan ke Damsyik (Kis 9:1-6), seluruh cara pandangnya berubah. Kemudian ia menulis,"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus" (Filipi 3:7).
Dengan menyerahkan kepada Tuhan sikap memegahkan diri, merasa diri tidak membutuhkan orang lain, mungkin membuat kita merasa kehilangan segalanya. Namun hanya dengan demikian kita akan tahu bahwa memiliki kehidupan dalam Kristus berarti memiliki segalanya.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda