MEMBERI HIDUP KITA
Sejarah sering dilukiskan sebagai suatu rangkaian malapetaka. Namun 7 jilid karya Thomas Cahill yang sudah dipersiapkan dengan cermat berjudul Hinges of History (poros sejarah) mencoba "menceritakan ulang kisah tentang para pemberi yang hebat dari dunia barat. bukunya yang ke-3 menceritakan tentang Yesus dari Nazaret yang oleh Cahill disebut "tokoh utama dalam peradaban dunia barat. "apakah Yesus memberi pengaruh besar didunia ? Kesimpulan Cahill adalah "YA!"
Selama ini mungkin kita berusaha memberi sebuah hadiah yang akan berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Namun seringkali hadiah-hadiah kita tidak cukup membawa pengaruh. Mengapa? Mungkin karena kita belum belajar tentang seni memberi dari Bapa Surgawi.
Dalam Yohanes 3:16 tertulis, "KArena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal." Ungkapan injil yang sederhana namun penuh kekuatan itu ingin mengatakan kepada kita bahwa karena kasihNya Allah memberikan diriNya sendiri. sebab itu tidaklah mengherankan bila kita berseru, "Syukur kepada Allah karena karuniaNya yang tak terkatakan itu!" (2korintus 9:15)
Apapun yang kita berikan, baik sebuah lukisan tangan atau masakan buatan sendiri, kita harus selalu turut memberikan diri kita bersama hadiah itu. Inilah semangat kasih yang mengandung kekuatan dan pengharapan yang dapat mengubahkan hidup seseorang. jika kali ini kita diawali dengan kasih dan kesediaan untuk memberi diri, maka hal ini akan membawa pengaruh dalam kehidupan orang lain.
Selama ini mungkin kita berusaha memberi sebuah hadiah yang akan berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Namun seringkali hadiah-hadiah kita tidak cukup membawa pengaruh. Mengapa? Mungkin karena kita belum belajar tentang seni memberi dari Bapa Surgawi.
Dalam Yohanes 3:16 tertulis, "KArena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal." Ungkapan injil yang sederhana namun penuh kekuatan itu ingin mengatakan kepada kita bahwa karena kasihNya Allah memberikan diriNya sendiri. sebab itu tidaklah mengherankan bila kita berseru, "Syukur kepada Allah karena karuniaNya yang tak terkatakan itu!" (2korintus 9:15)
Apapun yang kita berikan, baik sebuah lukisan tangan atau masakan buatan sendiri, kita harus selalu turut memberikan diri kita bersama hadiah itu. Inilah semangat kasih yang mengandung kekuatan dan pengharapan yang dapat mengubahkan hidup seseorang. jika kali ini kita diawali dengan kasih dan kesediaan untuk memberi diri, maka hal ini akan membawa pengaruh dalam kehidupan orang lain.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda