Warta Jemaat

Senin, 09 Februari 2009

Kasih dan Pengampunan Allah

Pertama kali Sayo mendapatkan seekor anak anjing sangat manis bernama Dolly, Sayo selalu sering bermain dengannya di halaman belakang rumah. Kemudian ia mulai menggunakan kesempatan itu untuk menjelajahi tempat-tempat yang sesungguhnya tidak boleh ia datangi. Dengan memberinya hadiah, Sayo dapat mengajarinya untuk menanggapi perintahnya, "sini!" Namun kemudian hadiah-hadiah itupun tidak diacuhkan oleh Dolly. Karena itu, Sayo membeli sebuah rantai yang panjang sehingga Dolly tetap dapat merasakan cukup kebebasan yang aman. Namun bila ia berjalan terlalu jauh Sayo akan menarik tali kekangnya.
Hal ini mengingatkan Sayo akan perlakuan Allah terhadap seorang pecandu obat bius bernama Derek. Karena ingin menghentikan kecanduannya, ia tinggal dirumahnya, dan menjadi anak Allah. Ia pun dapat mengatasi kebiasaannya itu meski masih harus selalu berperang dengan godaan. Suatu hari ia menyerah, melarikan diri, dan menggunakan obat bius lagi. Namun perasaan bersalah meliputinya saat suatu ketika ia duduk dibangku taman. Ia merasa seperti Daud (MZM 31:23) dan berkata kepada dirinya sendiri, "Aku telah terbuang dari hadapan Tuhan. Tamatlah aku." Namun rantai panjang kasih Allah menarik kembali hatinya. Dengan segera Derek menanggapi pengampunan Tuhan dan kembali kepada kami (MZM 32:3-5)
Jika anda berjalan dijalan yang salah dan merasa terbuang dari Allah, ingatlah, Anda masih dapat kembali. Tanggapilah tarikan kasih pengampunanNya dihati anda dan kembalilah kepada-Nya sekarang juga.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda