PERCAYALAH DAN TAATLAH
Tatkalan akan menyampaikan kesaksian di pengadilan, seorang saksi harus mengucapkan semacam sumpah yang berbunyi demikian,"Saya berjanji akan mengatakan yang benar, tidak lain dari yang sebenarnya", Kemudian disambung dengan kalimat, "Semoga Tuhan menolong saya" sebagai suatu permohonan kepada yang mahakuasa. Mengatakan suatu kebenaran dipengadilan sangatlah penting karena hal itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tentang hidup matinya seseorang.
Manakala bercakap-cakap dengan Nikodemus tentang kelahiran baru dan hidup kekal, Yesus berbicara "Dibawah sumpah." Perhatikan bagaimana Dia mengawali kata-kata-Nya didalam Yohanes 3:11, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya". Dlalam bahasa aslinya, yakni bahasa yunani, Dia mamakai kata "amen, amen". yang dapat diterjemahkan menjadi "bahwasanya", "sesungguhnya", atau "aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu". Dalam kitab Yohanes tercatat bahwa Yesus menggunakan kata-kata tersebut sebanyak 25 kali.
Daniel Fuller dalam bukunya The Unity of The Bible (Keutuhan Alkitab), menulis, "Yesus tidak berbicara untuk Allah tetapi sebagai Allah sendiri. Dari semua tokoh Alkitab yang ada, hanya Yesus yang menyertakan kata amen dalam pernyataanNya, guna menjelaskan bahwa Dia sendiri adalah Allah yang punya kuasa untuk meneguhkan bahwa ajaranNya benar dan dapat dipercaya.
Firman Tuhan adalah benar, tidal lain dari yang sebenarnya. KArena itu, percayailah dan taatilah kata-kata-Nya. Kebenaran yang sejati menentukan maslah hidup atau mati.
Manakala bercakap-cakap dengan Nikodemus tentang kelahiran baru dan hidup kekal, Yesus berbicara "Dibawah sumpah." Perhatikan bagaimana Dia mengawali kata-kata-Nya didalam Yohanes 3:11, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya". Dlalam bahasa aslinya, yakni bahasa yunani, Dia mamakai kata "amen, amen". yang dapat diterjemahkan menjadi "bahwasanya", "sesungguhnya", atau "aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu". Dalam kitab Yohanes tercatat bahwa Yesus menggunakan kata-kata tersebut sebanyak 25 kali.
Daniel Fuller dalam bukunya The Unity of The Bible (Keutuhan Alkitab), menulis, "Yesus tidak berbicara untuk Allah tetapi sebagai Allah sendiri. Dari semua tokoh Alkitab yang ada, hanya Yesus yang menyertakan kata amen dalam pernyataanNya, guna menjelaskan bahwa Dia sendiri adalah Allah yang punya kuasa untuk meneguhkan bahwa ajaranNya benar dan dapat dipercaya.
Firman Tuhan adalah benar, tidal lain dari yang sebenarnya. KArena itu, percayailah dan taatilah kata-kata-Nya. Kebenaran yang sejati menentukan maslah hidup atau mati.

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda