Warta Jemaat

Senin, 23 Februari 2009

KEKUATAN PERKATAAN

Pada tahun 1980 Lee Atwater, seorang pemimpin kampanye mengalami penderitaan yang sangat pahit akibat kata-katanya sendiri. Suatu kali stafnya mengetahui bahwa calon anggota kongres dari California Selatan, yang merupakan lawan politik Atwater, pernah mengalami depresi berat sehingga harus menjalani terapi kejut listrik. Atwater kemudian menyebarkan berita tersebut lewat media massa sehingga tentu saja menjatuhkan lawan politiknya tadi. Ketika dengan marah orang itu mempertanyakan etika kampanye Atwater, ia menjawab bahwa ia tidak akan menanggapi orang yang pikirannya tidak stabil.
Sepuluh tahun kemudian Atwater terserang tumor otak yang tak dapat disembuhkan, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan tubuh yang dipasangi selang-selang, kabel, dan mesin medis untuk memperpanjang hidup. Sebelum meninggal ia menulis surat permintaan maaf kepada lawan politiknya dahulu. Ia merasa perkataannya dulu sangat kejam dan tidak berperasaan.
Perkataan kita memiliki kekuatan untuk menghancurkan, dan biasanya anak-anak, keluarga atau teman-teman kita adalah orang-orang yang paling sering kita sakiti. Sebagai orang yang percaya dalam Kristus, kita wajib mengevaluasi perkataan kita.
Semua kata-kata yang sia-sia, penuh amarah dan kebencian yang dapat menyebabkan kerugian besar, pada akhirnya nanti harus dipertanggungjawabkan (Mat 12:36-37)
Mintalah pertolongan Allah. Pikir dulu sebelum berkata-kata. Jangan biarkan kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut anda.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda