Warta Jemaat

Senin, 16 Februari 2009

KEBAIKAN DAN BELAS KASIHAN

Raja Abdullah menjadi raja Yordania sejak tahun 1999, terkenal sering menyamar dan pergi ketempat-tempat umum. Tujuannya ialah berbicara dengan rakyat jelata dan mencari tahu apa yang sedang mereka pikirkan dan menyelidiki bagaimana para pegawai pemerintah memperlakukan rakyatnya. Ia telah mengunjungi rumah sakit dan kantor-kantor pemerintah untuk melihat bagaimana mereka melayani rakyatnya.
Raja mendapatkan ide ini ketika berada di New York. Waktu itu ia tidak dapat meninggalkan hotel tanpa dikerumuni orang, jadi ia keluar dengan menyamar. Ternyata berhasil. Selanjutnya ia mencoba melakukan hal yang sama dikerajaannya sendiri. Ia menyatakan bahwa tak lama setelah peyamaran itu dilakukan, para pegawai pemerintah dan rumah sakit memperlakukan setiap orang seperti seorang raja.
Kelak tatkala Yesus datang sebagai Raja, Dia akan menghakimi bangsa-bangsa(Mat 25:31-46). Dia berkata bahwa yang menjadi dasar penghakiman adalah tanggapan seseorang ketika Dia lapar, haus, menjadi orang asing, telanjang, sakit atau dipenjara. Mereka yang diadili akan bertanya kapan mereka melihat Dia dalam situasi-situasi seperti itu, dan Yesus menjawab, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukan untun Aku".(ayat 40).
Karena manusia diciptakan menurut gambar Allah, dan karena Yesus melalui Firman dan teladan-Nya mengajarkan bahwa Dia sangat memperhatikan perlakuan kita terhadap orang lain, maka kita harus memperlakukan semua orang dengan kebaikkan dan belas kasihan. Perlakukanlah mereka seperti raja.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda