Warta Jemaat

Minggu, 15 Februari 2009

HIDUP YANG KUDUS

Billy Graham bercerita tentang pertobatan yang dialami oleh H.C. Morrison, pendiri dari Asbury Theological Seminary. Ia mengungkapkan bahwa pada suatu hari, Morrison, yang pada waktu itu bekerja di tanah pertanian, sedang membajak sawah. Tiba-tiba ia melihat seorang pendeta Metodis yang sudah tua lewat dengan kudanya.
Morrison mengenal orang itu sebagai orang yang ramah dan saleh. Ketika melihat orang tua tersebut lewat pada hari itu, ia seperti disadarkan akan dosanya yang sangat besar hingga ia jatuh berlutut. Diantara pematang-pematang sawahnya, ia menyerahkan hidupnya kepada Allah.
Ketika mengakhiri kisah nyata itu, Billy Graham berdoa dengan sungguh-sungguh, "Ya Allah, jadikanlah aku orang kudus seperti itu".
Agustinus berkata,"Anda ingin menjadi kudus? Kalau begitu, praktekkanlah mulai sekarang". Kekudusan yang sejati dan abadi berasal dari siapa diri kita. Meski tidak melakukan apapun, kita tetap dapat memberi hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain apabila kehidupan kita dibentuk oleh kasih karunia Allah. Bahkan tatkala kita tersisih karena usia tua, penyakit atau keadaan, kita tetap bisa berbuah. Entahkah anda tengah berbaring ditempat tidur atau terkurung didalam rumah, hidup anda yang kudus tetap dapat menjadi kesaksian yang baik.
Ini hanya bisa terjadi jika kita memiliki hubungan yang dekat dengan Yesus (Yoh 15:1-11. Pada saat itulah kita akan menghasilkan buah yang "tetap" (ayat 16).

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda