Warta Jemaat

Senin, 02 Maret 2009

FIRMANNYA MENGUBAHKAN HIDUP ANDA

Semasa kecil, saya sama sekali tidak tertarik menonton liga utama bisbol. Namun pada suatu hari saya pergi menonton pertandingan bisbol di stadion seorang diri. Dan itu mengubah segalanya dalam hidup saya! Saya mulai tertarik membaca berbagai hal tentang tim bisbol dan membeli buku-buku atau majalah tentang para pemain dan tentang permainan itu sendiri. Saya mengumpulkan daftar personil dari setiap tim dan mulai membuat kliping tentang tim New York Giants. Kini saya tahu susunan pemain dari tim bisbol di jajaran liga nasional, bahkan setiap minggu saya mencatat kemampuan dan prestasi rata-rata setiap pemain. Saya merasa takjub dengan penemuan baru ini.
Sesuatu yang sama terjadi saat kita memutuskan untuk mengikut Allah dan mendengarkan Dia berbicara lewat Alkitab. SuaraNya selalu membuat kita rindu sehingga kita ingin mendengarnya lebih sering daripada suara-suara lain yang berbicara dalam hati kita. Saat kita mendapati bahwa Alkitab merupakan penemuan yang luarbiasa, kitapun ingin mengetahui segala berkat Allah yang dikaruniakan kepada kita melalui Anak-Nya, Yesus
Kristus. Meski beberapa bagian dalam Alkitab masih sulit dimengerti, tetapi motivasi kita yang baru akan mengubah bagian-bagian sulit tersebut menjadi tantangan yang menyenangkan, dan bukan lagi sebagai hambatan.
Tak ada hal lain lagi yang perlu dilakukan selain membuka hati terhadap Yesus, Firman yang hidup, untuk menjadikan Alkitab, yakni Firman yang tertulis itu menjadi hidup. Firman-Nya akan mengubahkan hidup anda. Ho

PERCAYALAH DAN TAATLAH

Tatkalan akan menyampaikan kesaksian di pengadilan, seorang saksi harus mengucapkan semacam sumpah yang berbunyi demikian,"Saya berjanji akan mengatakan yang benar, tidak lain dari yang sebenarnya", Kemudian disambung dengan kalimat, "Semoga Tuhan menolong saya" sebagai suatu permohonan kepada yang mahakuasa. Mengatakan suatu kebenaran dipengadilan sangatlah penting karena hal itu dapat mempengaruhi pengambilan keputusan tentang hidup matinya seseorang.
Manakala bercakap-cakap dengan Nikodemus tentang kelahiran baru dan hidup kekal, Yesus berbicara "Dibawah sumpah." Perhatikan bagaimana Dia mengawali kata-kata-Nya didalam Yohanes 3:11, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya". Dlalam bahasa aslinya, yakni bahasa yunani, Dia mamakai kata "amen, amen". yang dapat diterjemahkan menjadi "bahwasanya", "sesungguhnya", atau "aku mengatakan yang sebenarnya kepadamu". Dalam kitab Yohanes tercatat bahwa Yesus menggunakan kata-kata tersebut sebanyak 25 kali.
Daniel Fuller dalam bukunya The Unity of The Bible (Keutuhan Alkitab), menulis, "Yesus tidak berbicara untuk Allah tetapi sebagai Allah sendiri. Dari semua tokoh Alkitab yang ada, hanya Yesus yang menyertakan kata amen dalam pernyataanNya, guna menjelaskan bahwa Dia sendiri adalah Allah yang punya kuasa untuk meneguhkan bahwa ajaranNya benar dan dapat dipercaya.
Firman Tuhan adalah benar, tidal lain dari yang sebenarnya. KArena itu, percayailah dan taatilah kata-kata-Nya. Kebenaran yang sejati menentukan maslah hidup atau mati.

MENDEKAT KEPADA-NYA

Kita adalah mahluk hidup yang memiliki berbagai macam kebutuhan. Sebagai contoh, tanpa udara, air atau makanan, kita tidak dapat hidup. Selain kebutuhan yang sangat mendasar itu, kita juga punya kebutuhan lain yang harus dipenuhi jika ingin tetap sehat dan bahagia. Bukan sekedar kebutuhan jasmani, emosi dan sosial, melainkan juga kebutuhan rohani.
Orang yang berpikir bahwa manusia hanya sekaedar organisme lupa akan kebutuhan manusia yang terpenting. Douglas Coupland didalam bukunya Life After God (Hidup Mencari Allah) berbicara tentang hal tersebut demikian "Inilah rahasia saya, yang saya katakan dengan hati terbuka, yang belum pernah saya alami sebelumnya..Rahasia saya adalah saya membutuhkan Allah karena saya orang berdosa dan tak mampu berjalan sendiri. Saya butuh Allah untuk memampukan saya memberi, karena saya sudah tidak mampu lagi memberi, memampukan saya berbaik hati kepada sesama, karena saya sudah tidak mampu lagi berbaik hati, memampukan saya mengasihi sesama, karena saya sudah tidak mampu lagi mengasihi."
Apakah anda mengetahui kebutuhan anda akan Allah? yang jelas penulis Mazmur 42 menyadari kebutuhannya akan Allah (ay 2,3). Kebutuhan tersebut dapat penuhi dengan cara mendekatkan diri secara pribadi kepada Yesus Kristus. Bila anda mengakui dosa anda dan percaya bahwa Dia akan mengampuni anda, maka Diapun akan mengampuni. Kemudian dengan Roh KudusNya, Diapun akan datang untuk tinggal dalam diri anda dan memampukan anda untuk menjadi orang yang baik hati, murah hati dan penuh kasih.

SEORANG PENOLONG

Suatu kali melakukan penjelajahan, anda tertarik pada sebuah gua. Anda menelusuri terowongan dan jalan setapak selama berjam-jam hingga ke suatu tempat yang gelap dan asing. Bahkan teman-teman anda sudah mengira anda tersesat, hingga mereka mengirim seseorang untuk menolong anda. Itulah sebabnya tiba-tiba anda mendengar seseorang memanggil-manggil anda.
Penolong itu menyapa anda dan berkata, "Ikuti saya, saya tahu satu-satunya jalan keluar." Anda menyanggah,"Bagaimana mungkin hanya ada satu jalan? pasti ada jalan lain!" Penolong itu menjawab, "Saya sudah menjelajahi gua ini. Anda harus ikut saya atau anda tidak akan pernah dapat keluar." "Anda berpikiran sempit," sahut anda. "pergilah, saya akan mencarinya sendiri."
Hal tersebut diatas mungkin terdengar bodoh, tetapi seperti itu jugalah tanggapan sebagian orang saat anda mengatakan bahwa satu-satunya jalan menuju Surga adalah dengan percaya kepada Kristus. Anda berharap mereka akan berkata,"Wah! terima kasih atas kabar baiknya!" Namun sebaliknya, mungkin anda menerima reaksi seperti yang diterima penjelajah gua tersebut. "Pergilah, saya tidak akan percaya hanya ada satu jalan."
Seorang penolong mengasihi, mempedulikan dan berani berkorban untuk sesamanya. Rasul Paulus adalah seorang penolong yang dijebloskan kedalam penjara justru karena mewartakan kabar baik (KIS 16:23). Orang tidak terlalu mau menerima pertolongan kita dengan tangan terbuka, tetapi hal itu tidak boleh menghentikan usaha untuk menunjukkan jalan yang benar.

Minggu, 01 Maret 2009

SIAP UNTUK MEMPERTANGGUNG JAWABKAN

Dua hal yang tidak biasa terjadi saat saya duduk disebuah restoran menikmati kue dan kopi. Mula-mula, saya membaca sebuah cuplikan buku di halaman depan surat kabar yang dikarang oleh seorang penulis Kristen. Ia berteori bahwa Kristus akan memanggil jutaan orang Kristen ke Surga sebelum matahari terbenam hari itu.
Hal yang kedua, sebentar kemudian seseorang teman menghampiri saya. Ia duduk dan mulai menceritakan bahwa hidupnya telah berubah secara dramatis. Ia berkata bahwa inilah kali pertama dalam hidupnya ia siap bertemu Tuhan. Ini merupakan berita bagus, karena kami sering mendiskusikan keengganannya untuk hidup secara konsisten sebagai orang Kristen.
Ia mengatakan bahwa keputusannya sudah bulat. Ia telah mendapatkan kedamaian yang menakjubkan, bahkan sekarang ia juga mulai memperhatikan sesama. Ketika saya bertanya apa yang telah membuatnya demikian, ia menjawab bahwa ia telah membaca buku yang cuplikannya saya baca disurat kabar pagi itu. Akhirnya iapun menyadari, entah Kristus datang pada hari itu. Akhirnya iapun menyadari, entah Kristus datang pada hari itu atau lain hari, yang jelas pada akhirnya nanti ia harus siap untuk berdiri dihadapan Tuhan.
Menyatakan bahwa Kristus akan datang hari ini mungkin bisa salah. Namun, kita akan termotivasi untuk tinggal didalam Dia bila kita menyadari bahwa Kristus mungkin datang hari ini dan bahwa kita harus mempertanggungjawabkan seluruh hidup kita dihadapan-Nya.

KASIH SETIA TUHAN

Pada hari sabtu hidup saya nyaris kena bahaya. Saat itu saudara saya dan keponakan saya mampir untuk mengambil sebuah meja. Setelah mengangkatnya ke truk, mereka bercakap-cakap sebentar dengan saya, lalu pergi. Sayapun masuk ke rumah sementara suami saya, Jay, memasukkan mobil kedalam garasi. Sesaat kemudian saya mendengar dentaman keras sehingga saya bergegas-gegas menuju garasi. Disana Jay sedang menatap pintu garasi yang tiba-tiba menutup sendiri. Pintu biasa dibuka dan ditutup keatas dengan pegas. Rupanya ada salah satu pegas yang seandainya pegas itu patah beberapa menit lebih awal, maka seseorang (saya) pasti akan tertimpa pintu seberat hampir 100 kilogram itu dan akan terluka parah atau bahkan meninggal.
Peristiwa tersebut bukan semata-mata suatu keberuntungan atau kebetulan sehingga tak seorangpun terluka. Tangan Allahlah yang menolong sehingga kami diingat lagi akan kebaikkan-Nya.
Kadangkala saya rindu melihat peristiwa ajaib yang nenunjukkan kebesaran dan kuasa Allah sebagai bukti dari kebaikan-Nya yang Dia lakukan setiap hari, melalui tindakan-tindakan-Nya yang murah hati dan penuh belas kasihan seperti yang dilakukan-Nya di garasi saya hari itu.
Sang pemazmur mengingat kita "Bumi penuh kasih setia Tuhan" (Mazmur 33:5). Semoga Allah membukakan mata hati kita terhadap banyak kebaikkan-Nya sehingga kita tidak akan pernah meragukan kehadiran dan kasih-Nya. Joo

Senin, 23 Februari 2009

DIA SIAP MENGUBAH ANDA

Ketika masih remaja, James Martinson berangan-angan untuk bergabung dengan tim ski US Downhill. Akan tetapi kenyataan berkata lain. Ia kehilangan kedua kakinya setelah mengalami luka serius karena menginjak ranjau saat mengikuti wajib militer di Vietnam. Mulai saat itu hatinya selalu dipenuhi kebencian terhadap orang lain dan terhadap Allah. Ia mengkonsumsi alkohol dan narkoba dan bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri.
Kemudian James bertemu dengan beberapa orang kristen yang menerangkan bagaimana Kristus dapat mengubah hidupnya. Pada mulanya ia tidak percaya, namun akhirnya ia mengundang Kristus masuk kedalam hidupnya. Ia berkata, "Saya memang tidak mendapatkan kembali kedua kaki saya, namun saya merasa ada sesuatu yang baru terjadi dalam diri saya".
Karena sangat ingin bersaksi tentang Kristus, James kemudian banyak bergaul dengan kaum muda. "Berlarilah bersama kami!" pinta mereka. James menjawab, "Tidak bisa, aku tidak punya kaki". "Tapi kau 'kan punya kursi roda", sahut mereka. Inilah asal mulanya ia mengikuti balap kursi roda, sebuah tantangan yang akhirnya membuatnya menjadi seorang juara. Orang sering bertanya kepadanya, "Apakah benar balap kursi roda ini telah mengubah hidup anda?" Jawabnya yakin, "bukan, Yesuslah yang mengubah hidup saya".
Apakah anda merasa kalah? Berpalinglah kepada Yesus Kristus. Kemudian terimalah tantangan Rasul Paulus untuk berlari sedemikian rupa guna mendapatkan piala yang kekal (1 kor 9:24). Yesus tidak hanya akan mengubah kekalahan anda menjadi kemenangan, tetapi Dia juga akan mengubah anda!