Warta Jemaat

Senin, 23 Februari 2009

DIA SIAP MENGUBAH ANDA

Ketika masih remaja, James Martinson berangan-angan untuk bergabung dengan tim ski US Downhill. Akan tetapi kenyataan berkata lain. Ia kehilangan kedua kakinya setelah mengalami luka serius karena menginjak ranjau saat mengikuti wajib militer di Vietnam. Mulai saat itu hatinya selalu dipenuhi kebencian terhadap orang lain dan terhadap Allah. Ia mengkonsumsi alkohol dan narkoba dan bahkan sempat berpikir untuk bunuh diri.
Kemudian James bertemu dengan beberapa orang kristen yang menerangkan bagaimana Kristus dapat mengubah hidupnya. Pada mulanya ia tidak percaya, namun akhirnya ia mengundang Kristus masuk kedalam hidupnya. Ia berkata, "Saya memang tidak mendapatkan kembali kedua kaki saya, namun saya merasa ada sesuatu yang baru terjadi dalam diri saya".
Karena sangat ingin bersaksi tentang Kristus, James kemudian banyak bergaul dengan kaum muda. "Berlarilah bersama kami!" pinta mereka. James menjawab, "Tidak bisa, aku tidak punya kaki". "Tapi kau 'kan punya kursi roda", sahut mereka. Inilah asal mulanya ia mengikuti balap kursi roda, sebuah tantangan yang akhirnya membuatnya menjadi seorang juara. Orang sering bertanya kepadanya, "Apakah benar balap kursi roda ini telah mengubah hidup anda?" Jawabnya yakin, "bukan, Yesuslah yang mengubah hidup saya".
Apakah anda merasa kalah? Berpalinglah kepada Yesus Kristus. Kemudian terimalah tantangan Rasul Paulus untuk berlari sedemikian rupa guna mendapatkan piala yang kekal (1 kor 9:24). Yesus tidak hanya akan mengubah kekalahan anda menjadi kemenangan, tetapi Dia juga akan mengubah anda!

ORANG YANG TIDAK BERBAHAGIA

Salah satu novelis yang populer dan berpengaruh pernah melontarkan sebuah filosofi ateis yang menekankan cinta pada diri sendiri. Dalam salah satu novelnya seorang tokoh ciptaannya berkata, "Kata kita semestinya tidak perlu diucapkan. Aku melihat wajah seorang tuhan dan aku menjunjung tuhanku ini diatas bumi,...yang akan memberi kebahagiaan, kedamaian dan kebanggaan, inilah tuhanku, hanya satu kata "AKU"".
Apakah untungnya egois tanpa mngasihi sesama seperti itu? Mungkin gaya hidup yang demikian dapat membawa kebanggaan. Apalagi menurut penulis novel tadi kebanggaan diri adalah segalanya. Namun, sampai saat ini kehidupan yang seperti itu tidak dapat membawa kebahagiaan ataupun kedamaian. Seorang penulis resensi buku berkomentar tentang novelis egois tadi demikian, "Kelihatannya ia orang yang paling tidak bahagia didunia".
Firman Allah sangat bertentangan dengan filosofi hidup yang berpusat pada diri sendiri. Dalam Firman Allah itu terdapat prinsip yang dapat menuntun kita kepada hidup yang berkelimpahan, yakni bahwa kita harus mengasihi sesama seperti halnya kita mengasihi diri sendiri (Roma 13:9). Apa sajakah hal-hal positif yang akan kita rasakan dengan cara hidup seperti itu? "Kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus" (14:17). Hidup penuh kasih jelas lebih baik!

Yang Tidak Baik Harus Dibuang

Seorang pendeta tua yang telah menjangkau ribuan orang untuk mengenal Kristus mengakui bahwa keegoisan seringkali mengusik kasihnya yang murni kepada Tuhan. Hal yang sama juga diungkapkan oleh seorang pendeta besar lainnya yang minta didoakan agar ia dapat menekan keinginannya untuk menjadi "nomor satu" saat berbicara disuatu konferensi Alkitab. Saya sendiri melihat adanya unsur-unsur kesombongan dan keegoisan dalam diri saya.
Karena kita tinggal dalam apa yang disebut Paulus "tubuh maut ini" (Roma 7:24), tempat dosa kita tinggal, maka segala ibadah dan pelayanan kita kepada Tuhan masih bisa tercemar oleh ketidaksempurnaan. Barangkali itulah yang membuat saya cenderung bisa memahami sikap-sikap para hamba Tuhan yang digambarkan Rasul Peulus dalam Filipi 1:15-17. Meskipun ada unsur-unsur kedengkian, ketamakan dan kesombongan yang mengotori pelayanan mereka, namun Paulus tetap mengucap syukur sebab Kristus diberitakan. Ia tidak akan mengucap syukur jika mereka adalah orang-orang yang munafik atau guru-guru palsu.

Seluruh pelayanan kita kepada Kristus dalam beberapa hal yang dipengaruhi oleh kecenderungan dosa yang masih tinggal dalam diri kita.
William Beverage menulis, "Saya tidak dapat berdoa karena saya berdosa, Saya tidak dapat berkotbah karena saya berdosa...Penyesalan saya perlu menjadi pertobatan, dan airmata saya perlu dibasuh oleh darah Kristus". Dossy

KEKUATAN PERKATAAN

Pada tahun 1980 Lee Atwater, seorang pemimpin kampanye mengalami penderitaan yang sangat pahit akibat kata-katanya sendiri. Suatu kali stafnya mengetahui bahwa calon anggota kongres dari California Selatan, yang merupakan lawan politik Atwater, pernah mengalami depresi berat sehingga harus menjalani terapi kejut listrik. Atwater kemudian menyebarkan berita tersebut lewat media massa sehingga tentu saja menjatuhkan lawan politiknya tadi. Ketika dengan marah orang itu mempertanyakan etika kampanye Atwater, ia menjawab bahwa ia tidak akan menanggapi orang yang pikirannya tidak stabil.
Sepuluh tahun kemudian Atwater terserang tumor otak yang tak dapat disembuhkan, ia hanya bisa berbaring di tempat tidur dengan tubuh yang dipasangi selang-selang, kabel, dan mesin medis untuk memperpanjang hidup. Sebelum meninggal ia menulis surat permintaan maaf kepada lawan politiknya dahulu. Ia merasa perkataannya dulu sangat kejam dan tidak berperasaan.
Perkataan kita memiliki kekuatan untuk menghancurkan, dan biasanya anak-anak, keluarga atau teman-teman kita adalah orang-orang yang paling sering kita sakiti. Sebagai orang yang percaya dalam Kristus, kita wajib mengevaluasi perkataan kita.
Semua kata-kata yang sia-sia, penuh amarah dan kebencian yang dapat menyebabkan kerugian besar, pada akhirnya nanti harus dipertanggungjawabkan (Mat 12:36-37)
Mintalah pertolongan Allah. Pikir dulu sebelum berkata-kata. Jangan biarkan kata-kata yang menyakitkan keluar dari mulut anda.

APAKAH ANDA BERSEDIA ?

Pernyataan dalam Deklarasi Kemerdekaan AS ternyata bukan berupa kalimat yang muluk "Kita memegang teguh kebenaran yang akan terbukti sendiri". Lalu diakhir dokumen deklarasi itu terdapat sederet nama orang-orang yang mau mempertaruhkan kekayaan, kehormatan, dan hidup mereka untuk memegang teguh keyakinan yang mengubah dunia.
Demikian Yesus mengubah dunia hanya dengan pengikut yang sungguh-sungguh berani mati bagi apa yang mereka yakini. Yesus memulai pelayanan hanya dengan 12 murid yang dipilihNya untuk mengikut Dia. Orang-orang ini sangat istimewa karena mereka belajar dari Yesus secara langsung dan Dia sendiri mengutus mereka untuk mewartakan Kabar Baik. Mereka ini disebut para rasul.
Rencana pelayanan Allah tidaklah terbatas pada para rasul saja, tetapi juga kelompok lain yang lebih besar, yang dalam Perjanjian Baru disebut para murid. Mereka terdiri dari orang-orang yang menyimak dan belajar, orang-orang yang senang mendengarkan Yesus.
Sebagian dari mereka hanya ingin tahu tentang Yesus dan mereka mengikuti Dia selama hanya beberapa minggu saja. Sedangkan yang lain menerima perintah-perintahNya dan melaksakannya. Kelompok kedua ini bersama para rasul dipakai Allah untuk mengubah dunia.
Dalam mewartakan injil, Allah ingin memakai manusia, yakni mereka bersedia dipakai sebagai alatNya untuk mengubah dunia. Sudahkah anda termasuk dalam kelompok orang-orang yang mau dipakai Allah?

ALLAH SUMBER PENGHIBURAN

Pada tahun 1932, Thomas A.Dorsey, seorang pianis, penyanyi, penulis lagu, mengalami peristiwa yang membuatnya merasa sangat membutuhkan penghiburan Allah. Saat itu ia diundang ke St. Louis untuk menyanyi di sebuah KKR dan harus meninggalkan Nettie, istrinya yang sedang hamil, di Chicago. Pertunjukan berjalan lancar dan hadirin memberi sambutan meriah. Namun, diakhir penampilan ia menerima kabar buruk: meninggal saat melahirkan. Beberapa jam kemudian, bayi laki-lakinya juga meninggal.
Dengan hati berduka, Dorsey berusaha mencari jawaban atas apa yang ia alami. Apakah seharusnya ia tidak ke St.Louis? Apakah Allah telah berlaku tidak adil? Beberapa hari kemudian sepeninggal Nettie, Dorsey duduk di pianonya. Ketika mulai memainkan piano, Dorsey merasakan kedamaian dan kedekatan dengan Allah yang mendorongnya untuk menyanyikan sebuah lagu baru:
"Ya Tuhan, peganglah tanganku,
Tuntunlah aku, tolonglah aku untuk tetap bertahan,
Aku lelah, aku lemah, aku tiada berdaya;
Melewati badai, melewati kelamnya malam,
Tuntunlah aku kejalan yang terang,
Peganglah tanganku, ya Tuhan, pimpinlah aku.
Apakah anda sering menghadapi masalah yang berat? atau kesedihan yang tak tertahankan? Ulurkan tangan anda kepada Tuhan, Izinkan "Allah sumber segala penghiburan" memimpin anda.